Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PBNU Meluncurkan Program Gerakan Keluarga Maslahat untuk Membangun Keberdayaan Desa

Kamis, 07 Desember 2023 | Desember 07, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-12-07T03:20:00Z
PBNU Meluncurkan Program Gerakan Keluarga Maslahat untuk Membangun Keberdayaan Desa. foto ilustrasi


Jakarta --- Dalam upaya untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan merespons kebutuhan keluarga di tingkat desa, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf, resmi meluncurkan program bernama "Gerakan Keluarga Maslahat."


Program ini dirancang untuk melibatkan keluarga-keluarga di tingkat desa dalam serangkaian kegiatan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Menurut KH. Yahya Cholil Staquf, program ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar keluarga menjadi fokus utama dari kegiatan di tingkat desa.


"Sekarang ini, setiap Minggu, antara 500 hingga 2000 desa melaksanakan kegiatan serentak dari Gerakan Keluarga Maslahat NU. Program ini sudah berjalan di setiap desa, dengan anggota keluarga yang berpartisipasi dan diawasi oleh Satgas, petugas yang ditugaskan untuk mengkoordinasikan kegiatan di desa," ujar KH. Yahya Cholil Staquf.


Gerakan Keluarga Maslahat NU telah melibatkan lebih dari 17.000 desa di tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY. Pada minggu-minggu sebelumnya, program ini dimulai di Jawa Barat dan Banten secara simultan. Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk menjadikan NU sebagai agen perubahan yang terlibat langsung dengan masyarakat.


"Kami ingin NU kembali memiliki kebiasaan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kader-kader NU harus terbiasa berpikir tentang pelayanan NU kepada manusia, bukan hanya terpaku pada angka-angka. Ini menjadi fundamental dalam model aktivisme NU," ungkap KH. Yahya Cholil Staquf.


Pemimpin NU ini menekankan bahwa program ini bukan hanya tentang menjadi pemain di pasar industri, termasuk industri politik, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menjadi pemain strategis di dalamnya. "Penting untuk mengambil tanggung jawab atas aspirasi masyarakat dengan menginternalisasi mindset dan mentalitas untuk melihat masyarakat sebagai manusia," tambahnya.


KH. Yahya Cholil Staquf berharap bahwa Gerakan Keluarga Maslahat NU akan menjadi model aktivisme yang mapan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. "Ini harus menjadi model yang mapan karena ini penting sekali," tegasnya.

×
Berita Terbaru Update