Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PMII Buya Hamka " Nonton Bareng Sebagai Perekat Komunikasi Antar Kader"

Minggu, 17 Desember 2023 | Desember 17, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-12-17T02:22:50Z

Pengurus Komisariat  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Buya Hamka menggelar bedah film Gie sekaligus pembuka diskusi rutin untuk pengurus dan anggota. Kegiatan ini di laksanakan di Sekretariat PC PMII Lampung Selatan, Kota Kalianda, Lampung Selatan pada hari sabtu tanggal 16 Desember 2023 bertepatan dengan wafatnya tokoh Soe Hok Gie.





Pengurus Komisariat  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Buya Hamka menggelar bedah film Gie sekaligus pembuka diskusi rutin untuk pengurus dan anggota. Kegiatan ini di laksanakan di Sekretariat PC PMII Lampung Selatan, Kota Kalianda, Lampung Selatan pada hari sabtu tanggal 16 Desember 2023 bertepatan dengan wafatnya tokoh Soe Hok Gie.


Nico Mardana, Ketua Komisariat PMII Buya Hamka mengungkapkan kegiatan ini akan menjadi program rutin dengan tujuan untuk merekatkan komunikasi antar pengurus dan anggota PMII baik di jajaran Komisariat maupun di jajaran cabang Lampung Selatan, serta mengajak mereka untuk kritis dan peka terhadap isu terkini baik isu daerah sampai ke  nasional.

"Sehingga ke depan, tidak hanya nonton bareng dan bedah film. Kita juga harus aktif dan sadar sebagai Mahasiswa yang semestinya, seperti kritis terhadap kebijakan pemerintah." Ucap Nico Mardana


Sementara itu, Pandu Sang Bintang Pratama Ketua 1 Kaderisasi Komisariat Buya Hamka sekaligus pemantik dalam kegiatan ini menjelaskan, kegiatan seperti ini memang sudah semestinya dilakukan. Apalagi mahasiswa dengan peluang sebagai agen perubahan untuk masyarakat perlu mendalami perannya. Tokoh Soe Hok Gie dalam film ini merupakan aktivis mahasiswa yang ideal, intelektual dan kritikus kondang melalui literasinya.

"Banyak yang bisa kita ambil pelajaran dan perlu kita implementasikan dari tokoh Soe Hok Gie, yang ketika menjadi mahasiswa ia menjadi aktivis kampus yang berani dan kritis, namun tidak dengan demo atau rusuh, namun melalui dengan pola konsep gerakan literasinya seperti menulis kebijakan yang tidak sesuai dengan semestinya." jelas Pandu.

Begitu pula yang harus diterapkan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, harus menjadi aktivis yang loyal, berani mengambil langkah serta profesional dalam berorganisasi. Ketika kritis dan mengkritisi orang lain perlu didukung dengan data yang kuat, serta perlu diimbangi penguatan literasi dengan memperbanyak membaca dan berdiskusi.


"Dan ini merupakan sebuah tantangan untuk Mahasiswa di Indonesia khususnya di Lampung Selatan untuk bersikap idealis dalam menghadapi berbagai dinamika kampus dan masalah daerah maupun nasional, juga ikut serta memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia ," ungkapnya.

×
Berita Terbaru Update