Rutinan Al-Berjanji Risma Pekon Tanjung Sari -->

Rutinan Al-Berjanji Risma Pekon Tanjung Sari

Senin, 16 Januari 2023, Senin, Januari 16, 2023
Rutinan Al-Berjanji secara gabungan antar RISMA  (Remaja Islam Masjid) Pekon Tanjung Sari yang terdari dari RISMA  Desa Tanjung Berisi, Tanjung Senang dan Tanjung Sari dilaksanakan satu bulan sekali.
Rutinan Al-Berjanji secara gabungan antar RISMA (Remaja Islam Masjid) Pekon Tanjung Sari yang terdari dari RISMA Desa Tanjung Berisi, Tanjung Senang dan Tanjung Sari dilaksanakan satu bulan sekali. 


Lampung Timur ( Dutamasyarakat id ) - Tanjung Sari (Minggu, 15 Januari 2023 pukul 20.00 s.d 22.00) Rutinan Al-Berjanji secara gabungan antar RISMA  (Remaja Islam Masjid) Pekon Tanjung Sari yang terdari dari RISMA  Desa Tanjung Berisi, Tanjung Senang dan Tanjung Sari dilaksanakan satu bulan sekali. 


Kegiatan ini dihadiri oleh Pengasuh TPA Asoghiri Tanjung Senang, Tokoh masyarakat, GP ANSOR Tanjung Sari dan 60 orang RISMA  pekon Tanjung Sari dan santri TPA. Rangkaian kegiatan yaitu pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Solawat, pembacaan tawasul, Al-Berjanji Smbutan, Do’a dan Penutup.

Pada kesempatan ini Saiful Rohmat selaku pengasuh Risma  Tanjung Berisi menyampaikan :


“Ini adalah kali pertama RISMA  dari tiga pekon bersatu dalam satu kegiatan dan acara ini akan menjadi krgiatan rutinan dalam setiap bulannya, dari masing-masing RISMA  antar desa selalu melakukan yasinan dan Al-Berjanji pada setiap malam  jum’at dan melakukan kegiatan pawai obor dalam menyongsong Ramadhan namun dilakukan masing-masing. 

"Harapan saya pada hari-hari besar islam RISMA  dipekon Tanjung Sari bisa kompak menjadi satu melaksanankan kegiatan". Ujarnya

Yobi Aprizal mewakili dari GP ANSOR Tanjung Sari menyampaikan :
“Sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan secara bersamaan RISMA antar desa yang ada di Pekon Tanjung Sari, dalam pengajian rutin ini kita semua harus bisa mengambil inti sari dari yang diharapkan oleh masing-masing pengasuh RISMA, tiga hal pelajaran yang diberikan yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan menjadi anak yang shaleh.  Setiap individu sumbangan seikhlasnya bisa dalam bentuk uang, makanan atau minuman dalam setiap acara, dijadwal secara bergilir mencadi MC, memimpin tahlil dan Al-Berjanji dan juga senantiasa diarahkan untuk mendoakan orang tuanya. Ketiga amal itu tidak akan terputus meskipun kita meninggal dunia sesuai dengan hadits nabi Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh. Ujarnya

Kebiasaan yang dilakukan sejak dini akan melekat dan bisa menjadi karakter seperti orang perokok rata-rata sekolah SMP/SMA sudah merokok sampai tua tetap merokok dan sangat susah untuk berhenti meninggalkan kebiasaan merokok tersebut, maka RISMA Tanjung Sari rata-rasa SMP dan SMA ikuti kegiatan-kegiatan keagamaan dan kegiatan positif lainnya agar sampai tua kelak bisa terus istiqomah mengaji dan peduli terhadap kegiatan-kegiatan keamaan. Lanjut Yobi

Sahlani selaku Pengasuh TPA Asoghiri Tanjung Senang memberikan sambutannya :
“Membuat acara itu sangat mudah namun yang sulit adalah istiomah, RISMA yang ada di tiap-tiap desa bisa atau tidak untuk selalu istiqomah dalam setiap acara keagamaan, semoga pengasuh RISMA selalu diberikan kesehatan dan istiomah untuk terus membina dan mengarahkan RISMA yang ada di tiap-tiap dusun ini sebab diusia mereka ini yang betul-betul butuh perhatian, pengarahan dan binaan yang terus menerus. Seperti tanaman bagus atau tidak kualitas buah tergantung dari perawatan sejak kecil, jika rajin di pupuk, dirawat insyaallah hasilnya bagus, sebaliknya jika tidak dirawat maka hasilnya kurang baik. Seperti hal nya RISMA ini gambaran kedepannya bisa kita lihat dari hari ini. Ujarnya

Isu hari ini sedang marak anak SMP/SMA mabuk, melakukan pembunuhan, hamil diluar nikah banyak lagi kasus lainnya yang terjadi, saya sangat meyakini perbuatan itu tergantung dari lingkungan dan pergaulan. Maka anak-anak RISMA Tanjung Sari saya sangat berharap bisa menjaga diri dengan mengikuti pengajian-pengajian yang ada di desa, pekon maupun diluar pekon agar kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT, terkhusus yang laki-laki kurangi jika bisa ditinggalkan nonggkrong di gorong-gorong, jembatan pada waktu malam hari, isi setiap aktipitas dengan hal-hal yang baik. Lanjutnya.( Redaksi).

Berita Pilihan

berita POPULER+

TerPopuler