Said Aqil: Berkat Pancasila, Keberagaman Indonesia Lebih Terjaga Ketimbang Amerika -->

Said Aqil: Berkat Pancasila, Keberagaman Indonesia Lebih Terjaga Ketimbang Amerika

Senin, 10 Oktober 2022, Senin, Oktober 10, 2022
Jakarta  -- Perbedaan dan keberagaman masyarakat Indonesia mengandung hikmah yang luhur. Kebinekaan yang hadir menjadi jalan untuk saling melengkapi, saling mendukung, dan saling menghargai antarsesama.

"Walaupun terdiri dari ratusan suku dan sejumlah agama, bersyukur bagi Indonesia karena secara sistem disamakan di muka hukum," kata Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, kepada Lampung Post, Minggu, 9 Oktober 2022.

Hal itu, kata Said, karena Indonesia memiliki nilai-nilai Pancasila. "Nilai-nilai Pancasila digali dari kebijaksanaan yang luhur oleh para pendahulu demi menjaga kebinekaan yang ada di Indonesia," kata dia. 

Akan tetapi, Ketua Pembina Islam Nusantara Foundation (INF) itu menjelaskan, pengamalan Pancasila di Indonesia kian meredup. Terutama dalam mengimplementasikan sila yang kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

"Masih kita rasakan jauh pandang dari api. Rakyat kecil dalam praktiknya masih tidak mendapatkan keadilan di muka hukum. Inilah yang harus kita perjuangkan, yakni mewujudkan sila keadilan sosial secara sebenar-benarnya," kata dia. 

Meskipun begitu, lanjut Said, Indonesia lebih beruntung ketimbang negara sebesar Amerika Serikat (AS) yang belakangan marak dilanda isu rasisme dan diskriminasi. Di AS, lanjut dia, sentimen anti Asia meningkat selama pandemi Covid-19.

"Padahal di sana disebut kiblat demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Mereka yang berbeda, termasuk warga kulit hitam, seakan-akan ditempatkan di kelas dua dengan banyak bentuk diskriminatif yang mereka terapkan," kata Kiai Said.

Bahkan, menurut Said, AS malah sibuk membela Israel yang jelas-jelas di mata dunia telah melakukan penjajahan dan aneka tindak kekerasan terhadap warga Palestina. 

"Israel selalu didukung, dilindungi, dan dibela oleh AS," kata dia.

Berita Pilihan

berita POPULER+

TerPopuler