Pabrik Penggilingan Padi Di Metro Kebakaran Hanguskan 17 Ton Gabah -->

Pabrik Penggilingan Padi Di Metro Kebakaran Hanguskan 17 Ton Gabah

Minggu, 05 Juni 2022, Minggu, Juni 05, 2022

Ilustrasi kebakaran


Metro -- Telah terjadi kebakaran di sebuah pabrik penggilingan padi yang berlokasi di Karangrejo, Metro Utara. Akibatnya, sebanyak 17 ton gabah kering siap giling hangus terbakar. 

Pabrik penggilingan padi tersebut milik CV Karya Bersama Sentosa yang beralamatkan di Jalan Lestari, RT 033 RW 009 Kelurahan Karangrejo. Insiden tersebut terjadi sejak pukul 07.30 WIB saat proses pengovenan padi berlangsung. 

Kasi Satgas Damkar Kota Metro, Bustami mengatakan, setelah mendapat laporan dari masyarakat pihaknya langsung menerjunkan 15 personil untuk menjinakkan api. 

"Pukul 08.00 WIB ada laporan masuk, tim kami langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan 15 personil dan dua unit mobil pemadam kebakaran," kata dia, Minggu, 05 Juni 2022. 

Dia menjelaskan, ada sedikit kendala dalam melakukan evakuasi pemadaman api. Terlebih yang terbakar adalah sebuah padi yang sedang dalam pengeringan di mesin oven. 

"Api berada dari dalam mesin oven. Karena memang mesin itu sendiri terbuat dari bahan besi dan hanya ada celah kecil untuk melakukan penyemprotan. Setelah melakukan beberapa upaya akhirnya api berhasil dipadamkan hingga api benar-benar padam," ujarnya. 

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan yang didapat dalam satu unit mesin oven terdapat 17 ton saat beroperasi. 

"Yang sedang beroperasi itu ada dua mesin oven. Yang satu ini sebelah kanan yang terbakar, kalau yang satunya tidak. Untuk banyaknya satu unit mengeringkan 17 ton gabah dan hampir keseluruhan hangus terbakar. Karena bisa di lihat dari atas hanya sisa sedikit yang tidak terbakar," tambahnya. 

Dia menerangkan, untuk kronologis kebakaran tersebut belum bisa dipastikan apakah ada konsleting listrik ataupun kerusakan mesin lainnya. 

"Keterangan dari yang kami dapat kebakaran itu karena padi gosong. Namun, belum diketahui pasti secara jelas karena belum ketemu pemiliknya," ungkapnya. 

Hingga kini, Bustami belum bisa mengira-ngira berapa kerugian atas terjadinya kebakaran tersebut. 

Berita Pilihan

berita POPULER+

TerPopuler