Hamidah, Novel Sejarah Rida K Liamsi Diluncurkan di Pekanbaru -->

Hamidah, Novel Sejarah Rida K Liamsi Diluncurkan di Pekanbaru

Kamis, 09 Juni 2022, Kamis, Juni 09, 2022
     Rida K Liamsi secar simbolis 
     menyerahkan novel Hamidah


INILAMPUNG.COM, Pekanbaru -- Sastrawan asal Kepulauan Riau, Rida K. Liamsi meluncurkan novel ke delapannya, Hamidah. Novel sejarah karya sastrawan cum wartawan ini diluncurkan di Aula Pertemuan  Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau, Kamis (09/06/2022).

Kegiatan ini ditaja Komunitas Sastra Rumah Sunting, Forum Lingkar Pena, dan Salmah Publishing, bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau. 

Rida K Liamsi mencatat beberapa yang dianggap menarik dari peluncuran novel sejarahnya itu. 

Pertama, lanjut pemilik media Tanjungpinang Pos ini, yaknu peserta yang hadir sekitar 100 orang, dan 90 persen anak muda dari berbagai komunitas sastera di Pekanbaru dan perguruan tinggi yang ada. 

"Selain guru guru sekolah mulai SD sampai SLTA. Lalu apresiasi dan minat yang sangat  menggembirakan," jelaanya.

Lalu, sekitar 10 eksemplar novel Hamidah yang ditawarkan pada para peserta, habis terjual dan banyak yang masih berminat, terpaksa menunggu penerbitnya mengirim buku novel itu. 

Kedua, kata Rida, pihak Dinas Perpustakaan dan Arsip Riau  menunjukkan sikap yang terbuka, apresiatif dan menjanjikan akan menjadikan acara bedah buku, terutama sastra sebagai tradisi untuk mendukung program pengembangan literasi dan minat  baca.

"Yang ketiga, pertanyaan para peserta cukup kritis. Meski mereka belum sempat baca novelnya dan hanya mendengar pembahasan buku dari para pembicara, yakni sastrawan Taufik Ikram Jamil, penyair Murparsulian, dan sastrawan Bambang Kriyawan, menunjukkan apresiai anak-anak muda terhadap sastra tetap hidup, tumbuh, dan  berkembang. Media sosial  tidak melumpuhkan minat baca mereka."

                Rida K Liamsi 

Kemudian, lanjut penggagas dan deklaeator Hari Puisi Indonesia itu, bahwa novel-novel sejarah diakui sebagai pintu masuk untuk mempelajari sejarah yang biasanya melalui buku teks sejarah yang melelahkan. 

Dalam kesempatan itu, Rida K Liamsi mengucapkan terima kasih kepada teman-teman di Pekanbaru yang tetap setia menjaga semangat kesusasteraan. 

"Sastra memang memerlukan  ekosistim budaya yang apresiasif untuk terus hidup dan berkembang," ucapnya. (bdy/inilampung)

Berita Pilihan

berita POPULER+

TerPopuler