Jambret Hp Asal Jatipurwo Keok di Tangan Unit Reskrim Polsek Tambaksari -->

Jambret Hp Asal Jatipurwo Keok di Tangan Unit Reskrim Polsek Tambaksari

Senin, 11 April 2022, Senin, April 11, 2022
Liputan Indonesia
|| Surabaya
- Unit Reskrim Polsek Tambaksari ringkus lelaki yang merampas Hp korban yang berinisial MJ seorang pekerja di DKRTH yang lagi istirahat dan duduk di Taman Paliatif di Jl. Kesumba Surabaya pada hari Rabu (06/04/2022) pukul 22:00 Wib

Pelaku berinisial MMH (27) tahun warga Jl. Jatipurwo, kecamatan Semampir Surabaya, sedangkan temannya yang berinisial STN masih (DPO) anggota Polisi Polsek Tambaksari

Ketika melakukan aksinya, kedua pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat berangkat dari Jl. Sawah Pulo sekitar pukul 20:00 Wib, tujuanya untuk mutar mutar diwilayah Surabaya untuk mencari Mangsa yang mau di jarah, sesampai di Taman Paliatif Jl. Kesumba Surabaya, kedua pelaku melihat sasaran yang mau di Eksekusi, kemudian pelaku menghentikan sepeda motornya untuk beraksi

Modus yang dilakukan oleh pelaku, pura pura bertanya alamat ke korban, ketika korban lengah langsung Hp yang di pegang korban dirampas, spontan korban berteriak minta tolong. Pelaku langsung melarikan diri.

Nasib naas yang dialami oleh pelaku, bertepatan dengan anggota Reskrim yang berpatroli Kamtibmas diwilayah tersebut yang dipimpin langsung oleh AKP Zainul Abidin, sehingga pelaku yang berinisial MMH sebagai jokinya dapat diringkus oleh anggota, sedangkan pelaku STN sebagai pemetik melarikan diri.

Kapolsek Tambaksari Kompol Muhammad Akhyar, SH..,M.H membenarkan bahwa pelaku sering beroperasi tindak kejahatan di malam hari

"Lanjut, pelaku waktu di Introgasi oleh anggota mengakui bahwa sering melakukan tindak kejahatan berdua dengan STN (DPO) masih dalam pengejaran anggota Polsek Tambaksari," jelas Akhyar  

Barang bukti yang diamankan berupa 1(satu) unit sepeda motor Honda Beat warna merah dibawah ke mako polsek guna untuk pengembangan lebih lanjut.

Atas perbutannya yang di lakukan oleh  pelaku MMH diganjar Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukaman maksimal 12 tahun penjara," pungkasnya.

Penulis : Pa'i

Berita Pilihan

berita POPULER+

TerPopuler