Dirintis Mulai 2021, Pasupati Berhasil Tekan Angka Stunting dan TB -->

Dirintis Mulai 2021, Pasupati Berhasil Tekan Angka Stunting dan TB

Senin, 18 April 2022, Senin, April 18, 2022


Mojokerto-(satujurnal.com)

Pencegahan stunting dan tuberkulosis (TBC) di Kota Mojokerto dilakukan secara terpadu melalui kegiatan bertajuk Pasupati (Peduli Anak Stunting dan Pertumbuhan Balita Terintegrasi).


Kepala Puskesmas Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto drg. Heti Nira Purnaningsih mengatakan, stunting menjadi masalah kesehatan yang cukup serius di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) angka stunting Indonesia mencapai 24,4% di 2021. 

“Kami memiliki inovasi untuk mengintegrasikan upaya penyelesaian stunting dan TBC ke dalam satu program. Jadi biar sekali jalan, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui,” ujar Heti saat menggelar kegiatan Pasupati di lingkungan kerjanya, Senin (18/4/2022).

Pelaksanaan Program Pasupati tersebut terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan. Sebelumnya sudah diadakan roadshow skrining stunting dan TB serta tes Mantoux atau Tuberculin Skin Test (TST) kepada para balita di wilayah kerja Puskesmas Kedundung.

Penanganan kesehatan terpadu melalui Pasupati yang dirintis sejak 2021 ini, ujar Heti, berhasil menempatkan Kota Mojokerto di posisi terendah angka stunting di Jawa Timur. Namun, meski angka stunting di Kota Mojokerto paling rendah di Jawa Timur, secara nasional masih cukup tinggi. Sehingga Pemkot Mojokerto tetap konsisten untuk turut berupaya menurunkan angka tersebut. Demikian pula dengan kasus TBC di Indonesia yang terbilang tinggi, yakni nomor tiga setelah India dan China.

“Perjalanan kita masih panjang untuk bisa menuntaskan semuanya. Masih banyak PR yang harus kita kerjakan bersama untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkas Heti.

Sementara pada acara puncak yang digelar di Posyandu Sekar Putih RW 01 Kedundung hari ini, selain skrining, juga diadakan sosialisasi bertajuk “Anak Sehat dan Ceria dengan Gizi Seimbang” yang menghadirkan dr. Vita Dwi, SpA sebagai narasumber.  (ank)


Berita Pilihan

berita POPULER+

TerPopuler